Hari Sabtu ini, saya akan mengisi pelatihan menulis untuk anak-anak remaja, tingkat SMP-SMU. Jujur saya bingung apa yang mesti disampaikan nanti, karena ilmu saya dibidang komunikasi jurnalistik sudah lama tidak dibuka, otomatis teori-teori tentang karya menulis sepertinya hilang entah kemana...apalagi saya tidak rajin menulis, sehari-hari saya bergelut di bidang pendidikan, membuka sekolah di rumah, ditambah amanah baru untuk memimpin guru-guru sekolah Tapas se-Surabaya, so tidak memungkinkan untuk aktif menulis. Singkat cerita akhirnya saya cari-cari artikel dan browsing di internet tentang gimana sih meningkatkan kemampuan anak-anak remaja dibidang menulis....pengennya habis dari pelatihan nanti anak-anak bisa tersalurkan kemampuan menulisnya dengan sering berlatih menulis seperti menulis di facebook, menulis di blog, atau media-media lain yang bisa mendapat feedback atau respon secara cepat. Alhamdulillah...dari sekian artikel yang saya temukan, kesimpulannya adalah:
Menulis itu asyik, caranya......
1. Menulislah dengan hati
2. Gunakan otak kanan dahulu
3. Sering-sering menulis di media-media yang ada, contoh : mading, fb, blog, atau bahkan di buku diary
3. Perbanyak membaca
5. Sering berdiskusi
6. Aktif mengikuti pelatihan menulis atau komunitas-komunitas penulis
7. Bebaskan ekspresi, tidak perlu terlalu kaku pada aturan bahasa dll
Nahh, itu sekilas kiat-kiat meningkatkan kemampuan untuk menulis. kalau dipikir anak-anak remaja sekarang hampir semuanya sudah punya akun fesbuk, rata-rata merekapun sering menulis alias update status, tapi tulisan yang dihasilkan apakah bermanfaat, atau berbobot? hehehe.... bukan berarti apa yang ditulis itu semuanya sia-sia ya...malah saya lebih senang membaca tulisan yang berisi cerita-cerita atau kisah-kisah yang kaya dengan imajinasi menarik, tapi setidaknya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam menulis :
§ Apakah isi tulisan ini
benar-benar dari hati saya? Atau,
§ Apakah tulisan ini
berasal dari pengalaman saya? Atau,
§ Apakah tulisan ini sudah
mengandung pengetahuan yang bermanfaat? Atau,
§ Apakah bahasanya mudah
dipahami? Atau,
§ Apakah tulisan saya ini
dapat menggugah saya untuk memperbaiki diri
Eh...Alhamdulillah ada hikmahnya juga ditodong untuk mengisi pelatihan menulis, bisa nambah ilmunya dan berusaha bikin blog sendiri untuk ikutan rajin menulis. Padahal sudah punya blog, tapi yang ini beda kalau dulu lebih bagus dan buatan suami tercinta, kalau yang ini buatan sendiri, dan ternyata bikin sendiri mudah banget ya...meski sangat sederhana. Anak-anak yuk menulis!!